Tentang Perjalanan

November 21, 2018 | By Ibnu Rafi | Filed in: Ceritaku, My Stories.

Terkadang, perjalanan akan mengajak diri ini untuk melangkah pergi menuju destinasi yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Pernah saya bertanya pada diri sendiri “kok bisa ya aku di sini, di tempat yang bahkan tidak pernah aku tahu dan aku bayangkan sebelumnya?” atau “Kok aku tiba-tiba bisa sampai di tahap ini, padahal aku merasa tidak pantas untuk sampai di tahap ini.”

Beberapa orang bilang kalau kita harus merencanakan masa depan kita dan tahu hidup kita mau dibawa ke mana (e.g. umur 25 tahun harus sudah nikah, punya pekerjaan tetap, lulus S2, etc.). Tetapi, terkadang rencana masa depan yang telah kita susun seolah hancur berantakan ketika dihadapkan dengan “perjalanan yang tak terduga,” bukan?

Perjalanan bisa saja membuat hidup terasa terombang-ambing tanpa tujuan yang jelas. Perjalanan hari ini ya dinikmati saja. Entah perjalanan esok akan membawa diri ke mana, itu tidaklah penting. Hari ini ya hari ini. Besok ya besok.

Pun di sisi lain, perjalanan toh juga akan mengajarkan tentang merelakan impian, menahan diri untuk kembali ke zona nyaman,dan menemukan arti perjalanan itu sendiri.

Mas Agustinus Wibowo melalui bukunya yang berjudul “Titik Nol: Makna Sebuah Perjalanan,” berkata bahwa “dalam hidup manusia, memang ada orang-orang yang ditakdirkan untuk datang sekelebat, mengajarkan sesuatu, lalu lenyap sama sekali.” Begitu pula melalui perjalanan (panjang) ini, tidak jarang kita dipertemukan dengan orang-orang yang luar biasa yang hanya datang sekelebat untuk mengajarkan diri kita akan arti kesabaran, kegagalan, kesederhanaan, dan keikhlasan. Tangis, haru biru, tawa, bahagia, lelah, dan putus asa pun seolah menjadi teman yang akan selalu melengkapi di setiap jengkal perjalanan yang kita tempuh.

Jika satu perjalanan telah usai, maka siapkanlah diri untuk kembali menempuh perjalanan-perjalanan lain yang tentunya akan siap mengejutkanmu. Siap atau pun tidak siap, perjalanan itu haruslah tetap berlanjut hingga waktunya perjalanan itu akan berhenti, yaitu saat tujuanmu adalah “Pulang.”
**Sebuah renungan di kala malam hari di sepanjang perjalanan menggunakan KRL

Stay hungry and stay foolish 🙂


Tags: , , , , ,

6 comments on “Tentang Perjalanan

  1. Fahmi Ishfah says:

    Pake KRL, tinggal di Jabotabek ya?
    Btw. “Jika satu perjalanan telah usai, maka siapkanlah diri untuk kembali menumpuh perjalanan-perjalanan lain yang tentunya akan siap mengejutkanmu.”
    Mungkin kata yg dimaksud adalah MENEMPUH.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *