Rendah Diri

January 13, 2019 | By Ibnu Rafi | Filed in: Ceritaku, My Stories.

Entah sejak kapan aku merasa rendah diri dan tidak percaya diri terhadap kemampuan yang aku miliki. Mungkin sejak banyak orang lain (termasuk diriku) yang mulai membandingkan diriku dengan orang lain yang jauh lebih sukses (baca: sukses menurut definisi mereka). Mungkin juga karena sejak kemampuanku sudah tidak dihargai oleh orang lain dan berakhir jadi sia-sia. Atau mungkin karena aku takut dengan yang namanya kegagalan.

Beberapa kali mencoba untuk menghilangkan rasa rendah diri itu dengan beberapa cara. Memang seketika rasa rendah diri itu berkurang atau malah hilang, namun itu tidak berlangsung lama. Entah, lagi-lagi rasa itu menyerang kembali.

Apakah kamu pernah merasakan hal yang sama seperti yang sedang aku alami? Bagaimana caramu bisa menghilangkan rasa rendah diri itu?

Sekian.

Stay hungry and stay foolish 🙂


Tags: ,

7 comments on “Rendah Diri

  1. Jujur, aku sering merasakan itu.(Bahkan saat ini ada terselip rasa itu, aku berada di posisi dimana rekanku adalah mereka yang lebih senior diatasku dan rata-rata dari keluarga yang sukses karir baik suami maupun istri. Dan aku jauh dibawah mereka dari segi apapun itu)
    Dan bila sudah jatuh ke titik itu, biasanya aku bawakan dalam doa saja dan yakin bahwa Tuhan akan menolong dan memampukan aku.

    • Ibnu Rafi says:

      Wahhhh…ternyata saya tidak sendirian. Terima kasih Mbak telah membagikam kisahnya terkait dengan “rendah diri” dan cara menghadapinya. Semoga rasa tersebut lekas berkurang dan berubah menjadi rendah diri. Amin.

  2. Ibnu Rafi says:

    Wahhhh terima kasih banyak Mbak Sekar telah berbagi pengalamannya dalam menghadapi yang namanya rasa “rendah diri.” Semangat terus juga Mbak Sekar. O iya Mbak, apakah Mbak pernah mengalamai rendah diri karena merasa bahwa apa yang telah Mbak lakukan dianggap sia-sia oleh orang lain?

    • Sekar says:

      Hasil kerja saya nggak diapresiasi sama sekali. Ini terjadi di kantor. Nggak tau ya Mas Rafi. Barangkali saya punya muka tembok haha jadi yaudah saya nggak pedulikan yg penting tugas saya dibereskan semua, gaji lancar, dan saya nggak jadi karyawab yg gila pujian (butuh diperhatikan).
      Kalau di lingkungan pergaulan, alhamdulillah nggak pernah begitu.

  3. amri_mfa says:

    kayaknya hampir semua orang pernah merasakan. termasuk saya yang bisa digolongkan anak pendiam dulunya. kelas 2 smp masih nangis dijailin temen sekelas hehe
    ditambah lagi kalau lihat fakta sejarah kita ini pernah dijajah untuk waktu yang lama. jadi menimbulkan mental inferior yang mengakar.
    cara mengatasinya kalau saya pasti terus Menchallenge diri sendiri melakukan hal-hal yang ditakutkan, walau itu pasti sangat melelahkan. dan pasti harus wajib kudu punya mimpi supaya kita punya rencana hidup jadi tidak iri dengan keberhasilan orang lain. hehe

    • Ibnu Rafi says:

      Iya, Mas, saya setuju dengan “…dan pasti harus wajib kudu punya mimpi supaya kita punya rencana hidup jadi tidak iri dengan keberhasilan orang lain.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *