Papyrus Rhind

January 20, 2019 | By Ibnu Rafi | Filed in: Perkuliahan, Pojok Matematika dan Pendidikan Matematika.

Menurut Burton (2011: 46), beberapa masalah yang termuat pada Papyrus Rhind adalah masalah “pelengkapan”. Masalah “pelengkapan” atau “aha quantity” ini biasanya diawali dengan penjumlahan beberapa pecahan satuan—pecahan yang pembilangnya 1 dan penyebut-nya adalah bilangan bulat positif—kemudian dicari pecahan satuan yang lainnya sedemikian sehingga hasil penjumlahan dari semua pecahan satuan tersebut adalah 1 (Burton, 2011: 46; Miatello, 2008: 279). Salah satu masalah terkait dengan masalah “pelengkapan” ini adalah Masalah 22. Pada Masalah 22, kita diminta untuk melengkapi penjumlahan 2/3+1/30 sedemikian sehingga akan menghasilkan 1(Chace, Manning, & Archibald, 1927: 8).

Katz (2009: 8) menyatakan bahwa pada Papyrus Rhind terdapat permasalahan mengenai persamaan linear. Teknik yang digunakan oleh bangsa Mesir saat itu untuk menyelesaikan masalah persamaan linear sekarang ini dikenal dengan sebutan metode posisi palsu—suatu metode dimana mengasumsikan suatu bilangan (yang sederhana) sebagai solusi dari kemudian di-sesuaikan dengan persamaan yang diberikan dengan menggunakan proporsionalitas. Adapun masalah terkait dengan penggunaan “metode posisi palsu” dicontohkan pada Masalah 24 dalam Papyrus Rhind: “Suatu kuantitas dan 1/7 dari kuantitas tersebut apabila dijumlahkan hasilnya 19. Berapakah nilai kuantitas tersebut?”. Pada zaman sekarang, Masalah 24 ini dapat dinyatakan sebagai x+(1/7)x=19.

Referensi

[1] Burton, D. M. (2011). The History of Mathematics: An Introduction (7th ed.). New York, NY: McGraw-Hill.
[2] Chace, A. B., Manning, H. P., & Archibald, R. C. (1927). The Rhind Mathematical Papyrus (British Museum 10057 and 10058) (Vol. 1). Oberlin, Ohio: Mathematical Assosiation of America.
[3] Katz, V. J. (2009). A History of Mathematics: An Introduction (3rd ed.). Boston, MA: Addison-Wesley.
[4] Miatello, L. (2008). The difference 5 1/2 in a problem of rations from the Rhind mathematical papyrus. Historia Mathematica, 35(4), 277–284. https://doi.org/10.1016/j.hm.2008.06.001


Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *