Lebaran Tahun Ini Saya Sendiri

mosque-desert-with-lantern-islamic-illustration-happy-eid-mubarak_7081-1070Lebaran tahun ini nampaknya akan menjadi lebaran yang paling berbeda dengan lebaran-lebaran tahun sebelumnya karena adanya pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini. Berita mudik yang biasanya menghiasi layar kaca televisi, bahkan sejak seminggu sebelum lebaran, nampaknya kini sudah berkurang signifikan dan diganti dengan berita razia larangan mudik. Tahun-tahun sebelumnya orang-orang begitu antusias menyambut lebaran dengan mengadakan takbiran keliling, namun sepertinya tahun ini tidak bisa lagi mengadakan takbiran keliling. Yang biasanya orang-orang pada sibuk mempersiapkan kue lebaran, ketupat, opor ayam, dan segala makanan dengan porsi yang tidak sedikit, sekarang mungkin orang-orang sudah tidak berselera lagi untuk menyiapkan itu semua. Anak-anak yang bersemangat untuk pergi ke masjid untuk takbiran—dan mendapatkan tambahan uang jajan dari seorang dermawan—sepertinya juga sudah agak sulit ditemui.

Bagi saya, dan mungkin juga bagi sebagian besar dari kita, lebaran tahun ini akan sangat berbeda. Tidak sedikit dari kita mungkin tidak bisa untuk mudik ke kampung halaman untuk berjumpa dengan orang tua atau keluarga tercinta atau untuk merayakan momen lebaran karena pandemi Covid-19 ini. Saya, tahun ini, akan merayakan lebaran sendiri, di kos yang sudah selama kurang lebih 6 tahun saya tempati. Saya tidak mudik kali ini. Sungguh lebaran tahun ini akan berbeda. Saya tidak bisa berkumpul dengan orang tua dan kakak di lebaran tahun ini. Apakah saya tidak sedih? Ya tentunya saya sedih. Bagaimana tidak, ini pertama kalinya saya tidak bisa bertemu dan berkumpul langsung dengan orang tua dan kakak di saat lebaran. Tapi ya mau bagaimana lagi, di tengah pandemi yang terjadi saat ini, saya memilih untuk berdiam diri di kos, tidak mudik.

Semoga ini semua tidak menghalangi kebahagiaan kita dalam menyambut lebaran tahun ini di tengah pandemi ini. Bagi siapapun di luar sana yang mungkin sedang mengalami kesedihan atau masalah, semoga segera memperoleh kebahagiaan dan mendapatkan solusi atas permasalahan yang ada. Tidak mengapa jika tidak bisa mudik di tahun ini demi keselamatan kita bersama. Tidak mengapa jika tidak mudik tahun ini, asalkan kita masih bersama dengan keluarga tercinta, orang-orang yang mencintai kita, dan tentunya orang tua kita. Sungguh tidak apa-apa, kita sudah berjuang keras di tengah pandemi ini. Semoga pandemi ini segera berakhir dan semoga lebaran tahun depan kita bisa mudik dan tetap bisa berjumpa dengan orang terkasih. Terakhir, saya ingin menyampaikan hal yang pernah disampaikan oleh Ibu Siti Fadilah Supari: “Kebahagiaan itu ada di dalam hati, bukan di mana tempat Anda duduk dan berdiri.”

Mohon maaf lahir dan batin.

Salam.

Credit for the picture: di sini

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *