Percaya Diri karena Tak Perlu Lagi Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Salah satu akun yang saya ikuti di media sosial Instagram adalah @adjiesantosoputro, yang tidak lain adalah akun milik mas Adjie Santosoputro, seorang praktisi mindfulness—melatih pikiran agar sadar penuh hadir utuh di sini-kini—dan emotional healing. Di salah satu postingannya, mas Adjie menyinggung tentang rasa percaya diri. Berikut adalah postingan yang saya maksud.

Percaya diri yang saya pahami selama ini adalah suatu keyakinan dan penghargaan diri pada kemampuan yang dimiliki bahwa dengan kemampuan tersebut seseorang dapat melaksanakan tugas atau mencapai tujuan. Tentu dari pemahaman ini, rasa percaya diri perlu untuk dimiliki atau dibangun dalam diri seseorang. 

Rasa percaya diri bisa muncul karena faktor dari dalam ataupun dari luar diri seseorang. Rasa percaya diri yang muncul karena faktor dalam diri ini biasanya muncul karena seseorang sudah memahami diri sendiri bahwa kemampuan yang telah dimilikinya saat ini pada dasar adalah hasil dari usaha untuk menjadikan diri saat ini lebih baik daripada diri sebelumnya. Dengan kata lain, standar rasa percaya diri yang demikian adalah dirinya sendiri, bukan orang lain. 

Adapun rasa percaya diri karena faktor dari luar diri seseorang biasanya rasa percaya diri yang timbul dari orang lain, seperti pencapaian orang lain sedemikian sehingga dengan pencapaian orang lain tersebut seseorang menjadi termotivasi dan menjadi percaya diri. Tidak jarang pula, rasa percaya diri yang demikian bisa muncul dari hasil membandingkan diri dengan orang lain dan (merasa) mendapati diri lebih baik atau hebat dari orang lain tersebut. 

Rasa percaya diri yang dihasilkan karena merasa hebat daripada orang lain secara sadar atau tidak sadar menjadikan seseorang berusaha agar dirinya menjadi lebih hebat daripada orang lain. Mengapa demikian? Karena ketika tidak merasa lebih hebat daripada orang lain, maka rasa percaya diri dalam orang tersebut akan menurun atau dengan kata lain orang tersebut menjadi tidak percaya diri. 

Tidak ada salahnya untuk menjadi percaya diri karena merasa lebih hebat dari orang lain, terlebih di tengah kondisi saat ini di mana manusia semakin haus akan apa yang disebut dengan perhatian. Namun, apakah yang demikian tidak membuat diri sendiri capek (fisik dan mental) karena harus terus-terusan berusaha agar menjadi lebih hebat dari orang lain? 

Pada kasus ini, saya sependapat dengan mas Adjie bahwa percaya diri hendaknya muncul dari dalam diri sendiri karena tidak perlu lagi membandingkan diri dengan orang lain. Percaya diri yang demikian tentu akan lebih menenangkan karena diri tidak perlu lagi berusaha mati-matian agar merasa lebih hebat dari orang lain. Pun, yang terpenting dari rasa percaya diri semacam ini adalah mengembangkan diri bukan dengan patokan orang lain, namun dengan patokan diri sendiri—diri saat ini seharusnya lebih baik dari diri kemarin dan diri esok seharusnya lebih baik dari diri saat ini.

5 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *